Selasa, 13 Januari 2015

khilafiah

KATA PENGANTAR

           Kami panjajtkan puji syukur kehadirat tuhan yang maha esa yang telah memberi petunjuk dan kemudahan kepada kami dalam menyelesaikan tugas makalah masalah masalah ke Khilafiahan.
Materi yang disajikan dalam makalah ini berupa beberapa materi yang bersangkutan dengan Negara dan Konstitusi. Dengan dipresentasikan makalah ini, kami mengharapkan bias dipelajari dengan baik dan dapat berfikir kreatif dalam menanggapi isu Islaman.
Dengan demikian makalah ini dibuat, semoga makalah ini bermanfaat untuk mengembangkan pengetahuan mahasiswa – mahasiswi universitas Mathla’ul Anwar.


MASALAH KHLIFIAH

PERNGERTIAN , LATAR BELAKANG DAN FAKTOR PENYEBABNYA

 A.     Pengertian Masalah Khilafiah
Khilafiah/ikhtilaf itu sendiri diambil dari bahasa Arab yang berarti berselisih, tidak sepaham. Sedangkan secara terminologis, khilafiyah adalah perselisihan paham atau pendapat dikalangan para ulama fiqh sebagai hasil ijtihad untuk mendapatkan dan menetapkan suatu ketentuan hukum tertentu.
Perbedaan pendapat dikalangan fuqaha adalah suatu hal yang wajar dan sesuai dengan corak ijtihad, dan mereka sendiri masih tetap berada di sekitar apa yang ditunjuki oleh Syara’.
Dengan demikian, masalah khilafiah merupakan masalah ijtihad sebagai hasil dari pemahaman terhadap sumber hukum Islam
.
   B.     Ruang lingkup dari MasalahKhilafiah
Masalah khilafiyah itu jangan dianggap hal-hal yang negatif dalam Islam tetapi sebaliknya hanya membawa rahmat bagi umat Islam.Seperti yang kita ketahui, bahwa dalil atau sumber hukum islam itu terbagi pada dua macam, yaitu dalil yang bersifat naqli ( yang berasal dari nash al-Qur’an dan as-Sunnah, dan yang kedua adalah dalil-dalil yang bukan berasal dari nash yang disebut dalil-dalil aqli atau ijtihadi berasal dari dalil-dalil akal dan merupakan penalaran dan pemahaman dari para mujtahid. Namun demikian tidak berarti terlepas dan tidak ada hubungannya dengan  asas-asas pokok agama islam yang terdapat dalam nash.
             Karena dari dalil-dalil ijtihadi dapat dihasilkan hukum islam  maka bagi ulama’ ushul dan Fuqoha  ia disebut juga sumber atau dalil hukum Islam. adapun dalil-dalil ijtihadi yang disepakati itu para ulama’ ushul fiqh membaginya menjadi dua, yaitu : pertama dalil-dalil yang disepakati para Mujtahid yaitu, Ijma’ dan Qiyas. Kedua, dalil-dalil yang diperselisihkan adalah Istihsan, Ishtishlah, istishab, Urf, Sadduz Dzari’ah,  mazdhab sahabat.
·         Perbedaan Pendapat Dalam Ijma'
Pada masa rasulullah saw., tidak ada pembicaraan tentang ijma' sebagai sumber hukum syara', karena sumber segala hukum syara' adalah Rasulullah saw. Akan tetapi setelah Rasulullah saw. wafat, dan setelah kaum muslimin mengalami sesuatu peristiwa hukum yang tidak pernah dialami sebelumnya yang dengan sendirinya tidak pernah menanyakan hukumnya kepada Rasulullah saw., maka bagaimanapun juga mereka harus mencari ketentuan hukumnya. Bagi mereka tidak ada cara lain kecuali harus mempelajari dan menggali apa yang telah ditinggalkan oleh Rasulullah saw, berupa Alquran dan hadis disamping menerapkan aturan-aturan pokok yang telah mereka peroleh selama pergaulan dengan Nabi saw. Jawaban mereka yang mempelajari hukum peristiwa-peristiwa yang terjadi kadang-kadang sama dan merupakan kebulatan pendapat, tapi kadang-kadang jawaban, mereka juga berbeda-beda. Terhadap pendapat yang masih diperselisihkan, maka diserahkan kepada khalifah untuk dipakai atau tidaknya.
Sebagai contoh disini antara lain ialah masalah menjatuhkan talak tiga kali dengan sekaligus. Jumhur Ulama Fuqaha, termasuk imam-imam mazhab yang empat, mengatakan bahwa talak tiga dengan sekaligus jatuh tiga juga. Alasan-alasan mereka ialah adanya ijma' (kebulatan pendapat) atas jatuhnya tiga talak tersebut pada masa Khalifah Umar r.a. Diriwayatkan bahwa talak tiga yang dijatuhkan sekaligus pada masa-masa Rasulullah saw. dan Khalifah Abu Bakar ra., jatuh satu saja, yakni menjadi talak raj'i. Akan tetapi Khalifah Umar r.a. memandang perlu untuk dianggap jatuh tiga juga, agar menjadi pengajaran bagi orang yang suka menjatuhkan tiga talak sekaligus. Tindakan Khalifah Umar tersebut kemudian disetujui oleh para sahabat dan persetujuan tersebut dianggap sebagai ijma'.
"Dalam musnad Munad, diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas r.a. berkata sebagai berikut: Rukanah bin Abdi Yazid menceraikan istrinya tiga kali dalam satu majlis (tempat), kemudian ra menjadi susah sekali atas istrinya tersebut. Maka Nabi saw., bertanya kepadanya: Bagaimana cara kamu menceraikannya ?.
Jawab Rukanah: Saya cerakan dia tiga kali dalam satu majlis. Maka berkata Nabi saw.: Itu hanya satu kali talak, maka kembalikan dia".
Meskipun ada hadis tersebut, namun karena adanya anggapan telah terjadinya ijma' atas jatuhnya talak tiga juga pada masa Umar r.a. maka para fuqaha tidak mau menerima hadis tersebut dan memakai ketentuan yang telah dipakai sebelum masa Umar ra., dengan alasan bahwa terjadinya ijma' atas sesuatu perkara yang berbeda dengan ketentuan hadis tersebut menunjukkan adanya sesuatu nash yang telah membatalkan hadis tersebut telah berakhir, atau karena keluarnya hadis tersebut dipertalikan dengan hal-hal yang kemudian tidak terdapat lagi.
·         Perbedaan Pendapat Dalam Qiyas
Dengan wafatnya Rasulullah saw., maka para sahabat terpaksa harus memeras otak untuk mengetahui hukum sesuatu peristiwa yang dihadapi. Kalau peristiwa tersebut ada kemiripannya dengan apa yang pernah terjadi pada masa rasul, maka mereka tinggal menerapkan hukum yang telah ada, dan kalau tidak ada kemiripannya, maka mereka dalam menetapkan hukum kadang-kadang berpedoman pada jiwa syariat yang umum, atau menghapuskan kesempitan tanpa mempunyai syarat-syarat dan aturan-aturan penetapan hukum yang dikenal pada masa kemudiannya. Cara-cara yang sama juga dipakai oleh fuqaha-fuqaha angkatan berikutnya. Akan tetapi, pada masa kemudian timbullah orang-orang yang memakai cara-cara tersebut bukan pada tempatnya, dan sebagai akibatnya sudah barang tentu adalah penetapan hukum yang tidak tepat, Maka timbullah pembahasan tentang dalil-dalil hukum, syarat-syarat pemakaiannya dan cara-cara menerapkannya. Dari sini maka timbullah perselisihan tentang beberapa macam dalil (sumber) hukum, dan diantara ialah qiyas.
Perbedaan pendirian tentang pemakaian qiyas sudah barang tentu menimbulkan perbedaan dalam menetapkan hukum, sebab apa yang dketapkan hukumnya berdasarkan qiyas oleh fuqaha pemakai qiyas akan dikembalikan hukumnya kepada kebolehan asli oleh fuqaha bukan pemakai qiyas. Sebagai contoh perbedaan pendapat karena qiyas ialah, mengenai hukuman minuman keras. Menurut Sahabat Ali r.a., hukumannya ialah delapan puluh kali cambukan (jilid), sebab seseorang apabila telah mabuk maka ia membuat fitnah, sedang hukuman memfitnah ialah delapan kali cambukan. Jadi minuman-minuman keras dipersamakan dengan membuat fitnah. Akan tetapi bagi fuqaha Dhahiri, disebabkan mereka tidak mau menggunakan qiyas, maka dalam penetapan hukuman bagi minuman-minuman keras mereka berpijak pada nash-nash syari'at yang umum, dan dalam hal ini, mereka menetapkan hukuman "ta'zir" artinya besarnya hukuman perbuatan tersebut diserahkan kepada kebijaksanaan penguasa sesuatu masa, bukan didasarkan atas batasan tertentu (had).

    C.     Faktor-faktor penyebab terjadinya masalah Khilafiah
Berbagai-bagai sebab telah menimbulkan perbedaan pendapat di kalangan fuqaha, yang pada garis besarnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu pertama, perbedaan pendirian tentang kedudukan sumber-sumber hukum, apakah bisa dijadikan dasar penetapan hukum atau tidak.Kedua, perbedaan pendirian tentang aturan-aturan bahasa dalam pemahaman terhadap sesuatu nash (Alquran dan Alhadits).
Suatu hal yang telah kita ketahui bersama bahwa seorang ulama itu  tepercaya keilmuan, amanah, dan ketaatannya . terjadi menyelisihi apa yang ditunjukkan oleh dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah. Karena orang yang sejatinya alim, niscaya yang menjadi penunjuk jalannya adalah kebenaran. Namun para ulama bisa saja terjatuh ke dalam kesalahan saat menyebutkan suatu hukum syariat. Kesalahan pasti bisa terjadi, karena manusia pada dasarnya lemah ilmu dan pemahamannya. Pengetahuannya pun terbatas, tidak bisa meliputi seluruh perkara.
Sebab terjadinya perselisihan pendapat di kalangan ulama dalam suatu hukum sendiri di antaranya sebagai berikut :
1.    Karena dalil belum sampai kepadanya.
Hal ini tidak hanya terjadi setelah zaman para sahabat. Bahkan di zaman mereka pun pernah terjadi. Seperti tersebut dalam Shahih Al-Bukhari bahwa Amirul Mukminin ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu melakukan safar menuju Syam. Di tengah perjalanan dikabarkan kepadanya bahwa di Syam tengah terjadi wabah tha’un. ‘Umar menghentikan perjalanannya dan bermusyawarah dengan para sahabat. Mereka berselisih pendapat. Ada yang mengusulkan untuk pulang dan ada yang berpendapat terus melanjutkan. Ketika mereka tengah bermusyawarah, datang Abdurrahman bin ‘Auf yang tadinya tidak ikut musyawarah karena ada suatu keperluan. Abdurrahman mengatakan: “Saya memiliki ilmu tentang ini. Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ فِي أَرْضٍ فَلاَ تَقْدُمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ وَأَنْتُمْ فِيْهَا فَلاَ تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْه
.
“Jika kalian mendengar di suatu negeri ada tha’un maka janganlah kalian memasukinya. Dan jika terjadi di tempat yang kalian ada di sana maka janganlah keluar (dari daerah tersebut) untuk lari darinya.” (Lihat Shahih Al-Bukhari no. 5729)
2.    Adakalanya hadits telah sampai kepada seorang alim namun dia belum percaya (penuh) kepada yang membawa beritanya. Dia memandang bahwa hadits itu bertentangan dengan yang lebih kuat darinya. Sehingga dia mengambil dalil yang menurutnya lebih kuat.
Sebagai akibat dari banyaknya periwayatan terhadap hadis-hadis nabi, bermacam-macam keadaan si perawi dari segi kejujuran, ketelitian dan ingatan, bermacam-macamnya jalan periwayatan hadis atau tidaknya, sampai atau tidaknya ujung periwayatan hadis kepada rasul, mendengarnya si perawi dari gurunya langsung atau tidak, penyendiriannya periwayatan seseorang perawi atau ada orang lain yang meriwayatkan hadis yang sama, dan keadaan-keadaan lain dari pada periwayatan hadis, sebagai akibat dari pada itu semua, maka timbullah pembagian hadis nabi kepada hadis-hadis mutawatir dan hadis ahad. Hadis Ahad dibagi menjadi hadis sahih, hasan, dan dha'if. Terhadap hadis sahih dan hasan, maka tidak ada seorang fuqahapun yang tidak memakainya, akan tetapi perselisihan bisa terjadi mengenai sahih atau tidaknya suatu hadis, di mana menurut seseorang dianggap sahih sedang menurut orang lain dianggap tidak sahih. Perbedaan ini disebabkan karena perbedaan penilaian terhadap hal-hal yang menyangkut segi periwayatannya, seperti seorang perawi bisa dipercaya oleh seseorang sedang oleh orang lain tidak, atau ia dianggap mendengar sendiri dari gurunya, sedang menurut penyelidikan orang lain tidak mendengar sendiri, atau seseorang perawi bukan dari golongannya sendiri, atau adanya penetapan syarat-syarat kesahihaan sesuatu hadis yang tidak dianggap perlu oleh orang lain. Sebagai contoh di sini ialah mengenai orang puasa yang makan karena lupa. Menurut Ulama Madzhaf Hanafi, Syafi'i, dan Hanbali, orang tersebut meneruskan puasanya tanpa qadha' lagi (mengulangi puasa). Mereka berdasarkan hadis yang dipandang shahih, dan diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni dari sahabat abu Hurairah r.a. dari Rasulullah saw sebagai berikut.
 "Jika orang yang sedang berpuasa makan atau minum karena lupa, maka ia (makan atau minum) adalah rezeki yang diberikan oleh Allah kepadanya dan tidak ada qadha atasnya".
Menurut Imam Malik, Ibnu Abnu Abi Laila dan beberapa Ulama Syi'ah, menganggap bahwa hadis tersebut tidak shahih, oleh karena itu orang puasa yang makan atau minum karena lupa tersebut puasanya batal dan harus diqadha.
3.    Hadits telah sampai kepada seorang alim namun dia lupa.
4.    Dalil telah sampai kepadanya namun ia memahaminya tidak sesuai dengan yang diinginkan.
Misalnya kalimat “أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاء"
Artinya: Atau kalian menyentuh perempuan, dalam surat Al-Ma`idah ayat 6. Sebagian ulama mengatakan bahwa sekadar seorang lelaki menyentuh perempuan batal wudhunya. Sebagian lainnya mengatakan bahwa yang dimaksud dengan menyentuh di sini adalah jima’ (bersetubuh) sebagaimana pendapat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Pendapat inilah yang benar, dengan landasan adanya riwayat bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium sebagian istrinya lalu berangkat menuju shalat dan tidak berwudhu.
5.    Telah sampai dalil kepadanya dan dia sudah memahaminya, namun hukum yang ada padanya telah mansukh (dihapus) dengan dalil lain yang menghapusnya. Sementara dia belum tahu adanya dalil yang menghapusnya.
6.    Telah datang kepadanya dalil namun ia meyakini bahwa dalil itu ditentang oleh dalil yang lebih kuat darinya, dari nash Al-Qur`an, hadits, atau ijma’ (kesepakatan ulama).
7.    Terkadang sebabnya karena seorang alim mengambil hadits yang dhaif (lemah) atau mengambil suatu pendalilan yang tidak kuat dari suatu dalil.














111. KESIMPULAN
Khilafiah/ikhtilaf itu sendiri diambil dari bahasa Arab yang berarti berselisih, tidak sepaham. Sedangkan secara terminologis, khilafiyah adalah perselisihan paham atau pendapat dikalangan para ulama fiqh sebagai hasil ijtihad untuk mendapatkan dan menetapkan suatu ketentuan hukum tertentu.
Dalil atau sumber hukum islam itu terbagi pada dua macam, yaitu dalil yang bersifat naqli ( yang berasal dari nash al-Qur’an dan as-Sunnah, dan yang kedua adalah dalil-dalil yang bukan berasal dari nash yang disebut dalil-dalil aqli atau ijtihadi berasal dari dalil-dalil akal dan merupakan penalaran dan pemahaman dari para mujtahid).
Sebab terjadinya perselisihan pendapat di kalangan ulama dalam suatu hukum sendiri di antaranya sebagai berikut :
1.    Karena dalil belum sampai kepadanya.
2.    Adakalanya hadits telah sampai kepada seorang alim namun dia belum percaya (penuh) kepada yang membawa beritanya.
3.    Hadits telah sampai kepada seorang alim namun dia lupa.
4.    Dalil telah sampai kepadanya namun ia memahaminya tidak sesuai dengan yang diinginkan.
5.    Telah sampai dalil kepadanya dan dia sudah memahaminya, namun hukum yang ada padanya telah mansukh (dihapus) dengan dalil lain yang menghapusnya. Sementara dia belum tahu adanya dalil yang menghapusnya.
6.    Telah datang kepadanya dalil namun ia meyakini bahwa dalil itu ditentang oleh dalil yang lebih kuat darinya, dari nash Al-Qur`an, hadits, atau ijma’ (kesepakatan ulama).
7.    Terkadang sebabnya karena seorang alim mengambil hadits yang dhaif (lemah) atau mengambil suatu pendalilan yang tidak kuat dari 























DAFTAR PUSTAKA



KRITIK DAN SARAN
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

Minggu, 04 Januari 2015

Remaja sebagai Agent of change ,and Agent of controller


mau curhat2'an lagi ni. untuk para remaja..
"Globalisasi vs Remaja" :P 

          Di era globalisa yang semakin berkembang pesat seperti ini tak dapat dipungkiri bahwa banyak cultur atau budaya asing yang masuk dan berkembang di kalangan para remaja yang membuat adanya pergeseran budaya ataupun tingkah laku di kalangan masyarakat termasuk para remaja. Di jaman yang serba instan ini, membuat sebagian besar para remaja kehilangan jati dirinya sehingga mereka lupa akan tugas mereka yang sesungguhnya. Para remaja yang seharusnya dapat menjadi wadah untuk dapat mengontrol diri dan lingkungannya, namun fakta dilapangan malah sebaliknya. Meraka terbuai dan terlena akan kemudahan dan kecanggihan teknologi yang sedang berkembang pesat saat ini. Banyak remaja yang saat ini semakin malas dan tak mau melakukan hal-hal yang bermanfaat.
         Remaja yang merupakan salah satu aspek ataupun unsur dalam  perubahan suatu bangsa harus mampu bertahan dan mengontrol diri agar tidak begitu saja menerima segala sesuatu hal baru yang dapat merubah prilaku dan jati diri.
Sebagai remaja yang baik seharusnya mampu memilah dan memilih kebiasan kebiasaan baru yang datang serta mampu membedakan mana yang baik dan buruk bagi dirinya.
Banyak penyimpangan penyimpangan yang dilakukan oleh para remaja seperti contoh tawuran antar pelajar. Tawuran terjadi karena sudah hilangnya rasa tenggang rasa dan empati pada diri mereka sehingga tawuran menjadi jalan pintas dalam menyelesaikan masalah. Remaja sebagai agent pengontrol dan sebagai agent perubahan seharusnya dapat mengontrol diri dan membawanya kearah yang lebih baik.
Jika sudah seperti ini, lalu siapa yang harus disalahkan.?? Peran semua onknum masyarakat terutama keluarga sangatlah penting. Orang tua seharusnya dapat membatasi anak anaknya dari budaya budaya baru yang masuk kedalam lingkungan masyarakat agar anak mereka tidak masuk terlalu jauh kedalam hal yang kurang baik.
Sejak dini anak harus di didik dengan pembelajaran yang tidak hanya menekankan pada kecerdasan anak saja, anak juga harus ditanami pembelajaran yang menekankan pada ahlak dan budi pekerti. Penanaman ahlak dan juga budi pekerti pada anak sangatlah pentimg, karena hal ini penting untuk menghasilkan generasi yang berkompetensi serta memiliki sikap dan perilaku yang baik demi kemajuan suatu Negara.

Pengawasan dari orang tua dan masyarakat serta Kesadaran dari dalam diri anak merupakan aspek terpenting agar terciptanya generasi yang mampu merubah bangsa dan Negara menuju kearah yang lebih baik. 

GLOBALISASI DAN BUDAYA BACA MAHASISWA

Admin mau curhatan ni tentang minat baca Pelajar..
moga bermanfaat ya..
hahah :D


Ilmu pengetahuan sangatlah penting di era globalisasi ini, karena tanpa memiliki ilmu pengetahuan kita dapat terperosot dan tertinggal jauh dengan orang - orang yang memiliki pengetahuan. Pepatah mengatakan “siapa yang menguasai ilmu pengetahuan maka ia akan menguasai dunia” .Mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa harus mampu memiliki pengetahuan yang luas agar tidak di bodohi oleh orang lain dan salah satu cara untuk memperoleh ilmu pengetahuan adalah dengan membaca.
Kemajuan teknologi seperti saat ini, dunia bagaikan ada di samping kita. Jarak tak lagi menjadi halangan untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Dengan kemajuan tenologi saat ini kita dapat berkomunikasi dengan orang di tempat lain, bisa membeli sesuatu dengan cara online, juga kita tak perlu lagi membeli Koran ataupun majalah - majalah yang ingin kita baca. Kita dapat memperolehnya dari berbagai web site yang ada di internet yang menyediakan Koran ataupun majalah secara online.
Globalisasi secara langsung ataupun tidak langsung memberikan pengaruh terhadap budaya baca masyarakat dalam hal ini khususnya pelajar dan  mahasiswa.
Pengaruh globalisasi terhadapat budaya baca mahasiswa ada yang positif ada juga yang negative. Dampak positif dari globalisasi yaitu mahssiswa tak perlu lagi repot - repot  pergi ke perpustakaan hanya untuk membaca. Dengan adanya kemajuan teknologi saat ini mahasiswa dapat mengakses  ataupun membaca buku yang diinginkan kapanpun dan dimanapun ia inginkan dengan menggunakan notebook dan akses internet. Sudah banyak tempat - tempat umum ataupun  lembaga pendidikan yang menyediakan area hotspot yang dapat digunakan untuk memudahkan mahasiswa mengakses       internet. Dengan adanya kemudahan seperti ini, dapat membuat minat baca pada diri mahasiswa dan masyarakat secara perlahan – lahan akan terus meningkat.
Namun internet juga dapat memberikan dampak negative terhapat budaya baca mahasiswa. Internet selain menyedikan media untuk meningkatkan minat baca mahasiswa, juga menyediakan berbagai media untuk kita berinteraksi (social media ) , bermain game online dll. Dengan adanya hal - hal seperti itu, mahasiswa akan terjerumus dan kehilangan control terhadapat dirinya sendiri. Mahasiswa akan lebih memilih bermian game ataupun bermain facebook dan twiter dari pada melakukan hal yang lebih bermanfaat cotohnya membaca berita ataupun buku secara online karena menurut mereka bermain facebook ataupun bermain game lebih menyenangkan. Dengan demikian jika terus seperti itu lama kelamaan minat baca mahasiswa akan semakin menurun dan dapat membuatnya malas untuk membaca hal - hal yang lebih bermanfaat.
Globalisasi yang semakin mutahir ini memiliki potensi yang sangat besar bagi kemajuan SDM dalam suatu Negara. Maka sebagai warga pendidikan termasuk mahasiswa haruslah mempersiapkan diri untuk menerima kamajuan - kemajuan ilmu pengetahuan agar kita tidak tersisih dalam persaingan secara global. Membaca merupakan salah satu tindakkan yang dapat dilakukan agar kita dapat mengikuti perkembangan jaman yang semakin maju ini.

Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya budaya membaca adalah susatu langkah awal yang dapat dilakukan untuk mengikuti kemajuan teknologi di era globalisasi sekarang ini.

INI UNTUKMU, CINTA TAK BERSYARAT DAN TAK AKAN PERNAH MATI

Kali ini Admin bukan mau upload makalah nih..
tapi text drama yang pernah admin bikin sama temen2 d pramuka..
haha :D

ASSALAMUALAIKUM WR.WB.,
inilah dia penampilan drama dari dewan racana unma banten yang bertema : INI UNTUKMU, CINTA TAK BERSYARAT DAN TAK AKAN PERNAH MATI
 dengan pemain :
riki : sebagai KDR  putra
cici : sebagai KDR putrid
izhar : sebagai sekertaris
eno : sebagai bendahara 1
newel : sebagai bendahara 2
marilah kita saksikan bersama sama,
beri tepuk tangan yang meriah………


Kehadiran cinta tak bersyarat dalam sebuah hati yang lembut namun bagai batu dalam sebuah pendirian.
Hiduplah 5 sahabat disebuah desa di penggiran kota.

Cici

teman2 kalian tau ga.?
all  

ga.. heeheh
Cici 

ihkk jahat banget sii (bahasa sunda)
Izhar

jahat ? Kita kan Cuma jawab pertanyaan lu doank. (sambil tertawa kecil)
Riki  

bercanda ci.. mang da pa.?
Cici   

bentar lagi kan hari milad GP yang k lima. Kira2 kita mau adain acara pa nih.? Biar lebih seru dan meriah
Nini

bakar s cici ja pasti seru.. hahah canda..
Riki

jangan bakar cici, bakar rumah ja sekalian. Hahah
Izhar

cieee ciee, riki ngebela cici..kayanya da yang cinlok nih. hkmm  khmm.
Cici

ikhh apaan sih (tersipu malu) yang serius donk.. ada yang punya ide ga.?
Izhar

knpa ga bikin slametan , yang sederhana ja, pesertanya kita sama para alumni. Gimna.?
Riki

bisa jadi bisa jadi. Heheh
Nini

eh slamet mah bukanya “kalau tidur tuh pake slamet biar ga kedinginan.” Hahah
All

itu selimut.. 
Nini

eehhh ehhh selimut mah bukannya tumbuhan ijo yg tumbuh di tembok2 itu ya.?
All

itu lumutt   
Nini

eh ehh lumut mah……
All

Udahannn
Nini

oke2 hehehe, oya BTW abis ini kalian mau ada acara kemana?
Riki

Aku mau ke sekolah ni, mau latihan bareng sama anak-anak ambalan.
Cici

Boleh kami ikut?
Riki

Dengan senang hati

Dalam perjalanan menuju sekolah ambalan tersebut, terjadilah perbincangan diantara empat sahabat ntersebu, sehingga suatu ketika mereka tanpa disengaja melihat eno, salah satu kawan mereka. Yang berlari menghampiri mereka.

Nini

hei siapa itu disana, siapa itu disana.?
Riki, cici dan izhar

hei siapa itu disana, siapa itu disana.?
Agus,riki,cici,izhar

yang pake baju …… sombong ai bong, bongkar mobil ai bil, bilang saja ai jah, jatuh cinta ai ta, tahu asak ai sak, saku bolong billabong kamu SOMBONG.
Eno

heiii sstttt, ada yang kecelakaan disana dodol..
Riki

beneran No.?
Eno

ngapain sih saya bohong..
Cici

ya udah kita bantu in atuh…

Mereka semua berlari menuju tempat kejadian…
Sebagai anak pramuka yang dilatih dan dipersiapkan untuk menolong sesama hidup manusia mereka langsung sigap menolong yang sedang kecelakaan tersebut..

Singkat cerita P3K telah mereka berikan kepada korban tersebut. Dan mereka pun melanjutkan perjalanan menuju sekolah binaan untuk mengikuti kegiatan latihan kepramukaan disekolahnya .

Sesampainya di sekolah.
merekapun langsung bergegas dengan tugasnya masing masing.

Season Ke 3
Dalam istirahat tengah bolong dihalaman kampus bari duduk . dan dalam sebuah peluh satelah melakukan aktivitas seharian. Mereka berkumpul dan mempersiapkan yang akan mereka buat untuk cinta abadi yang tak bersyarat itu.

Cici

kira kira kapan nih waktu yg tepat buat acara kita. Aku punya usul gimna kalau tanggal 21 ja jgan tanggal 19’y soalnya kan kalau tanggal 19 itu hari kamis biasa para alumni pada kaga bisa karrna ada urusan masing masing, dan kita juga besoknya masih masuk sekolah, kan kalau tanggal 21 tu hari sabtu jadi kemungkinan besar sih para alumni bakalan dating trus juga kita kan besok’y libur. Jadi besoknya juga kita bisa istirahat.
Gimana.?

Riki

stuju setuju,, ide bagus tuh.
Izhar

setuju ja deh heheh
Eno

iya aku setuju
Aguss

hmmmm gmna ya.?
Riki,izhar,eno

sok mikir lu.. hahah
Nini

hehe oke setuju.
Cici

nah sekarang, sab kamu sama agus nnti minta sumbangan ke anggota pramuka yg lain ya kalau bisa si k setiap kelas juga.. siap ga.?
Eno, Nini

oke siap.
Cici

sip, ki nnti kamu bantu saya buat nyebarin undangan buat alumni alumni senior trus juga ngedata berapa orang yg bakalan hadir. Oke.?
Riki

Okee
Cici

zhar. Ortu lu kan catering kan, jadi siap siap buat konsumsi + nasi tumpeng ya.? hehehe
Izhar

siap boss. Hahah
Cici

oke ( sambil meletakan tangan ke depan di ikuti dengan yang lainnya ) apapun yang terjadi acara ni harus terlaksana. Tak ada kata menyerah tak ada kata untuk mundur. Karena siapa kita.?
nini,riki,Eno, izhar

PRAMUKA
Cici

siapa kita.?
Nini,riki,eno, izhar

PRAMUKA
Cici

Pramuka
All

Siap
Cici

Pramuka
All

Siap
Cici

pramuka …….. 
All

JAYA..!!!
Riki

Oya temen-temen, saya minta maaf gak bisa lanjut  ikut kalian, saya mau langsung pulang.
All

Yaudah hati-hati.

Dengan rencana yang telah dibuat, dengan waktu yang telah disepakati mereka semua bertekat bulat dan penuh “ Bagaimanapun harus dapat terlaksana, HARUS.!
Segala cara dilakukan ( yang pasti positif) mereka dengan susah payah saling bahu membahu mempersiapkan semuanya dengan sesempurna mungkin

Di perjalanan pulang
Dalam rasa lelah semua sibuk dengan pikiran mereka masing masing, entah membayangkan apa.?
Semua di kagetkan dengan di jumpanya anak yang sedang break dance


    
Sabrina : eleh2 keur naonnya eta jalema mani papukis teu puguh teu apaleun tah urang geh bisa, malah leuwih alus ti maneh na

Anak break dance : wey brow BUKTIKAN..

Sabrina menganbil posisi kuda kuda

Eno

het ah het ah.. pam pam rarem kratitingga 4x kratitingga 3x het ah (jaipongan)

kala itu semua orang terhibur dan tertawa se akan rasa lelah yang menghampiri seakan akan telah sirna di telan indahnya canda tawa antar insan manusia. Namun berbeda dengan riki yang keliatan sedang melamun.

perasaannya tak jelas karena memiliki rasa yang tak seharusnya ke si cici yang dia tau si cici punya seorang cowo yang tak pernah diketahuinya.

Riki

tuhan apa yang sedang aku rasakan ini.??  inikah cinta.? ku tak tau sejak kapan rasa ini tumbuh di dalam diriku, mungkinkah dia juga mengalami hal yg sama dengan ku.? Apa yang harus aku lakukan. Haruskah aku pendam rasa ini.? salahah aku jika ku pendam rasa ini.?
Jika memang dia adalah jodohku maka dekatkanlah ia padaku ya tuhan, tetapi apa bila dia bukan jodoh ku maka aku akan meminta padamu agar ia bisa berjodoh dengan ku..
 Hari hari’ dilalui dengan penuh semangat tetapi agak berat dengan si cici karena perasaan itu…

Sikap aneh terjadi, semua kawannya merasa aneh dan bingung tentang apa yang sedang terjadi dengan temannya tersebut.

Nini

ehh ehh, kalian sadar ga sih, akhir2 ini s riki aneh ( pake banget) sikapnya.?
izhar

iya, akhir2 ini juga gua sering liat dia ngelamun ga jelas gitu
Eno

trus juga dia tuh tumben banget suka lagu lagu mellow + lagu galau galau gitu deh, apa jangan jangan dia….???
Nini,izhar

jatuh cinta…. (teriak bersamaan)
Eno

biasa ja kali ngomong’y ga usah pake kuah. Hahah. Gus lu kan sekelas sama s riki Tanyain gih, knapa dia galau.?
Nini

iya deh, nnti coba gua tanyain.

Bel tanda masuk telah berbunya meraka akhirnya masuk ke kelas masing masing.
Setelah pulang sekolah aguspun menanyakan ke pada riki tentang keanehan siakpnya akhir2 ini.

Nini

rik, lu napa sih ko gua perhatiin lu galau mulu kerjaannya.
Riki

hahah ( tertawa kecil) iya nih gus gua lagi galau dengan perasaan gua. Gua lagi suka sama seseorang.!
Nini

aicieeeeee lu lagi suka sama cewe.?
Riki

bukan.. gua lagi suka sama bapak lu..!  iya iya lah gus gua suka sama cewe masa sama laki sih.?
Nini

bgus deh ternyata lu masih normal hahaha
Riki

ahh lu mah gitu, males lah gua cerita sam lu.
Nini

iya iya sorry gua canda kali. Emang lu lagi suka sama siapa sih.?
Riki

gua…….. aduh gimana ya…
gua…. Suka sama cici gus.
Nini

yang bener lu, ko bisa.?
Riki

gua juga kaga tau gus, rasa ini tumbuh gitu ja. Gua bingung gimana cara ngungkapinnya.?
Nini

hmmmm ( berfikir sejenak )
nah gini ja rik, napa ga lu tembak ja dia di acara milad nanti, diterima pa ga’y sama cici tu sih ga penting. Kan yang penting lu dah ngutarain perasaan lu sama dia biar lu kaga galau lagi. Lu kaga galau ja udah jelek pa lagi kalau galau tambah empet gua liat muka lu.. wkwkkwkw
Riki

wedehh ngeledek lu, iya deh nnti gua coba buat nembak dia di acara milad nnti, doa’in gua ya gus, biar diterima. Heheh.
Nini

Sippp

Hari H pun telah tiba dan acara berlangsung dengan baik dan sesuai dengan rencana, detik detik paling mendebarkan bagi riki pun tiba.
dikala senja nanti canti dan elok itupun menjadi awal keberanian riki untuk mengutarakan perasaannya kepada cici.



Tujuan,Persiapan,Strategi Pendidikan Matematika

KATA PENGANTAR
           Kami panjatkan puji syukur kehadirat tuhan yang maha esa yang telah memberi petunjuk dan kemudahan kepada penulis dalam menyelesaikan tugas makalah Fisika Dasar.
Materi yang disajikan dalam makalah ini berupa beberapa materi yang bersangkutan dengan Muatan Listrik. Dengan dipresentasikan makalah ini, penulis mengharapkan bisa dipelajari dengan baik dan dapat berfikir kreatif dalam menanggapi isu yang ada di masyarakat.
Dengan demikian makalah ini dibuat, semoga makalah ini bermanfaat untuk mengembangkan pengetahuan mahasiswa – mahasiswi universitas Mathla’ul Anwar.




                                                                                                        Ttd                         
                                                           
                                                                                                        Penyusun 























DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................. i
DAFTAR ISI........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................... 1
1.1    Latar Belakang........................................................................................ 1
1.2    Rumusan Masalah.................................................................................... 1
1.3    Maksud dan Tujuan................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................ 2
2.1 Persiapan Pengajaran Matematika............................................................ 2
2.2 Tujuan pembelajaran matematika............................................................. 3
2.3 Strategi Pengajaran matematika............................................................... 4
BAB II PENUTUP.................................................................................................. 8
3.1 Kesimpulan............................................................................................... 8
3.2 Kritik dan Saran....................................................................................... 8
3.3 Daftar Pustaka.......................................................................................... 9
         























BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Kegiatan menyusun rencana pembelajaran merupakan salah satu tugas penting guru dalam memproses pembelajaran siswa. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional yang dituangkan dalam Permendiknas RI No. 52 Tahun 2008 tentang Standar Proses disebutkan bahwa salah satu komponen dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu adanya tujuan pembelajaran yang di dalamnya menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Selain tujuan, masih ada komponen-komponen perencanaan pembelajaran yang lainnya yang dapat mendukung perencanaan pembelajaran dengan baik. Komponen-komponen selain tujuan adalah isi (materi pembelajaran), kegiatan pembelajaran (kegiatan belajar mengajar), media dan sumber belajar, dan evaluasi.
Agar proses pembelajaran dapat terkonsepsikan dengan baik, maka seorang guru dituntut untuk mampu menyusun dan merumuskan rencana pembelajaran secara jelas dan tegas. Oleh karena itu, melalui tulisan yang sederhana ini akan dikemukakan secara singkat tentang apa saja komponen-komponen yang ada dalam perencanaan pembelajaran. Dengan harapan dapat memberikan pemahaman kepada para guru dan calon guru agar dalam merencanakan suatu pembelajaran dapat direncanakan secara baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan berdasarkan undang-undang.

1.2    RUMUSAN MASALAH
1          Apa yang di maksud dengan Persiapan Pengajaran Matematika.?
2          Apa Tujuan dari pengajaran Matematika.?
3          Apa yang dimaksud dengan Rencana Pengajaran Mateamtika.?

1.3    MAKSUD DAN TUJUAN
Dengan terselesaikannya makalah ini penulis bertujuan untuk memberi wawasan pengetahuan tentang apa apa sajakah pengertian dan tujuan serta rencana pengajaran matematika. Dan selain dari pada itu kami juga bertujuan untuk memenuhi tugas Dasar – dasar Pendidikan Mateamtika (DDPM)


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PERSIAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Kaufman mengatakan perencanaan adalah suatu proyeksi tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan absah dan bernilai, di dalamnya mencakup elemen-elemen :
a.       Mengidentifikasi dan mendokumensi kebutuhan.
b.      Menentukan kebutuhan-kebutuhan yang perlu diprioritaskan.
c.       Spesifikasi rinci  hasil yang dicapai dari tiap kebutuhan yang diprioritaskan.
d.      Identifikasi persyaratan untuk mencapai tiap-tiap pilihan.
e.       Sekuensi hasil yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan yang dirasakan.
f.       Identifikasi strategi alternatif yang mungkin dan alat atau tools untuk melengkapai tiap persyaratan dalam mencapai tiap kebutuhan, termasuk didalamnya merinci keuntungan dan kerugian tiap strategi dan alat yang dipakai.
Persiapan pembelajaran matematika dapat dikelompokkan menjadi 2 kategori utama. Kategori-kategori ini adalah persiapan umum dan persiapan khusus. Persiapan umum meliputi :
1.      Kajian, penyesuaian, dan implementasi dari hakekat matematika sekolah.
2.      Kajian, penyesuaian, dan implementasi dari hakekat metode pembelajaran matematika.
3.      Kajian, penyesuaian, dan implementasi dari hakekat penilaian pembelajaran matematika.
4.      Kajian, penyesuaian, dan implementasi dari hakekat sumber belajar matematika.
Sedangkan, persiapan khusus meliputi persiapan yang terkait dengan persiapan pembelajaran matematika dikelas, yaitu :
1.    Analsisi kurikulum yang meliputi standar isi, standar kompetensi, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, pemetaan, indikator, strategi mengajar dan penilaian.
Pada akhirnya, persiapan khusus menghasilkan RPP atau Lesson Plan. Hal-hal yang perlu dikembangkan adalah struktur pembelajaran (pendahulan, kegiatan inti, dan penutup), skema pencapaian kompetensi (will, attitude, knowledge, skill, dan experience), skema interaksi (klasikal, kelompok dan individu), skema variaso metode (Induksi-Deduksi) dan skema variasi media dan sumber belajar. Baik persiapan umum maupun persiapan khusus pada umumnya dilakukan agar kegiatan pembelajaran mampu menggeser pandanangan lama yaitu pembelajaran yang terpusat pada guru menjadi kegiatan pembelajaran yang terpusat kepada siswa.

2.2 TUJUAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH
Tujuan Pembelajaran Matematika di sekolah mengacu kepada fungsi matematika serta kepada tujuan pendidikan nasional yang telah dirumuskan dalam Garis – garis Besar Haluan Negara(GBHN). Diungkapkan dalam Garis – garis Besar Program Pengajaran (GBPP) matematika, bahwa tujuan umum diberikannya matematika pada jenjang pendidikan dasar dan menengah meliputi dua hal, yaitu :
1.      Mempersiapkan siswa agar sanggup menghadapi perubahan keadaan di dalam kehidupan dan dunia yang selalu berkembang, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis, cermat, jujur ,efektif, dan efisien.
2.      Mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan matematika dalam pola pikir matematika kehidupan sehari-hari, dan dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan.
Tujuan umum pertama, pembelajaran matematika pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah memberikan penekanan pada penataan nalar dan pembentukan sikap siswa. Sedangkan pada tujjuan yang kedua memberikan penekanan pada keterampilan dalam penerapan mateamtika, baik dalam kehidupan sehari – hari maupun dalam membantu mempelajari ilmu pengetahuan lain.
Berdasarkan PERMENDIKNAS No. 22 Tahun 2006, Mata pelajaran matematika bertujuanagar peserta didik memiliki kemampuan berikut:
1.     Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah.
Contoh ilustrasi hasil belajar lingkup pemahaman konsep sebagai berikut.
Ketika siswa belajar KD 2.3 Kelas VII Semester 1 yaitu ‘Menyelesaikan persamaan linear satu variabel’, maka ia harus terampil menyelesaikan persamaan linear satu variable (PLSV). Agar memiliki kemampuan seperti itu maka siswa harus paham konsep PLSV dan algoritma menyelesaikan PLSV atau memahami prinsip (dalil) kesetaraan. Bila itu terwujud maka ia dikatakan mampu menyelesaikan PLSV. Kemampuan itu lingkupnya adalah pemahaman konsep.

2.     Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan  matematika
Contoh hasil penalaran:
a.      Jika besar dua sudut dalam segitiga 60° dan 100° maka besar sudut yang ketiga adalah 20°.
b.     Jika (x − 1)(x + 10) = 0 maka x = 1 atau x = −10
c.      Sekarang Ani berumur 15 tahun. Umur Dina 2 tahun lebih tua dari Ani. Jadi, sekarang umur Dina 17 tahun.
3.     Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh
Contoh soal pemecahan masalah
·       Tentukan dua bilangan yang belum diketahui pada pola bilangan berikut ini.
1. 1, 8, 27, 64, ..., ...
2. 9, 61, 52, 63, ..., ...                       
4.      Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah
Contoh:
Notasi 30 × 3 antara lain menyatakan:
·       Luas permukaan kolam dengan ukuran panjang 30 meter dan lebar 3 meter.
·       Banyak roda pada 30 becak/bemo.
·       Banyaknya pensil dalam 30 kotak yang masing-masing kotak berisi 3 pensil.
Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

2.3 STRATEGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Strategi yang umum digunakan dalam pembelajaran matematika
1.      Strategi Inkuiri
Strategi inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya denga penuh percaya diri. Sasaran utama kegiatan mengajar pada strategi ini ialah:
a.       Keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar. Kegiatan belajar di sini adalah kegiatan mental intelektual dan sosial emosional.
b.      Keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pengajaran
c.       Mengembangkan sikap percaya pada diri sendiri (selfbelief) pada diri siswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri.
Untuk menyusun strategi yang terarah perlu diperhatikan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa dapat berinkuiri secara maksimal. Kondisi-kondisi umum yang merupakan syarat bagi timbulnya inkuiri bagi siswa adalah:
a.       Aspek sosial didalam kelas dan suasana terbuka yang mengundang siswa berdiskusi. Hal ini menuntut adanya suasana bebas di dalam kelas, setiap siswa tidak merasakan adanya tekanan/hambatan untuk mengemukakan pendapatnya. Kebebasan berbicara dan penghargaan terhadap pendapat yang berbeda walaupun pendapat itu tidak relevan.
b.      Inkuiri berfokus pada hipotesis. Siswa perlu menyadari bahwa ada dasarnya semua pengetahuan bersifat tentatif, tidak ada kebenaran yang bersifat mutlak. Sehubungan adanya berbagai sudut pandang yang berbeda diantara siswa, maka dimungkinkan adanya variasi penyelesaian masalah sehingga inkuiri bersifat open ended, ada berbagai kesimpulan yang berbeda dari masing-masing siswa dengan argumen yang benar. Disamping inkuiri terbuka dikenal juga inkuiri tertutup yaitu jika hanya ada satu-satunya kesimpulan yang benar sebagaihasil proses inkuiri.
c.       Penggunaan fakta. Di dalam kelas dibicarakan validitas dan reliabilitas tentang fakta sebagimana dituntut dalam pengujian hipotesis pada umumnya. Untuk menciptakan kondisi diatas, maka peranan guru sangat menentukan. Guru tidak lagi berperan sebagai pemberi informasi dan siswa sebagai penerima informasi, sekalipun hal itu sangat diperlukan.
Peranan utama guru dalam menciptakan kondisi inkuiri adalah sebagai berikut.
a.       Motivator, yang memberi rangsangan supaya siswa aktif dan gairah berpikir.
b.      Fasilisator, yang menunjukkan jalan keluar jika ada hambatan dalam proses berpikir siswa.
c.       Penanya, untuk menyadarkan siswa dari kekeliruan yang mereka perbuat dan memberi keyakinan pada diri sendiri.
d.      Administrator, yang bertanggungjawab terhadap seluruh kegiatan di dalam kelas.
e.       Pengarah, yang memimpin arus kegiatan berpikir siswa pada tujuan yang diharapkan
f.       Manajer, yang mengelola sumber belajar, waktu, dan organisasi kelas
g.      Rewarder, yang memberi penhargaan pada prestasi yang dicapai dalam rangka peningkatan semangat heuristik pada siswa supaya guru dapat melakukan perananya secara efektif maka pengenalan kemampuan siswa sangat diperlukan, terutama caraberpikirnya, cara mereka menanggapi, dan sebagainya.
2.    Strategi Penyelesaian Masalah (PROBLEM SOLVING)
Strategi belajar mengajar penyelesaian masalah memberi tekanan pada terselesaikannya suatu masalah secara menalar. Proses ini berlangsung secara bertahap, mulai dari menerima stimulus dari lingkungan sampai pada memberi respons yang tepat terhadapnya. Penyelesaian masalah dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain :
a.       Penyelesaian masalah berdasarkan pengalaman masa lampau, dalam hal ini penyelesaian masalah kurang (tidak) rasional.
b.      Penyelesaian masalah secara intuitif masalah diselesaikan tidak berdasarkan akal, tetapi berdasarkan intuisi atau firasat.
c.       Penyelesaian masalah dengan cara trial error, penyelesaian masalah dilakukan dengan coba-coba ,percobaan yang dlakukan tidak berdasar hipotesis tetapi secara acak.
d.      Penyelesaian masalah secara otoritas. Penyelesaian masalah dilakukan berdasarkan kewenangan seseorang.
e.       Penyelesaian masalah secara meta fisik. Masalah-masalah yang dihadapi dalam dunia empirik diselesaikan dengan prinsip-prinsip yang bersumber pada dunia supranatural/dunia mistik/dunia gaib.
f.       Penyelesaian masalah secara ilmiah ialah penyelesaian masalah secara rasional melalui proses deduksi dan induksi.
Penyelesaian masalah dalam strategi belajar mengajar disini ialah penyelesaian masalah secara ilmiah atau semi ilmiah. Guru memilih bahan pelajaran yang memiliki permasalahan, materi pelajaran tidak terbatas hanya pada buku teks disekolah tetapi dapat diambil dari sumber-sumber lingkungan yang ada. Pemilihan materi seperti itu memerlukan beberapa criteria sebagai berikut:
a.       Bahan yang dipilih bersifat conflict issue atau controversial. Bahan seperti itu dapat direkam dari peristiwa-peristiwa konkret dalam bentuk audo visual atau kliping atau disusun sendiri oleh guru.
b.      Bahan yang dipilih bersifat umum sehingga tidak terlalu asing bagi siswa.
c.       Bahan tersebut mencakup kepentingan orang banyak dalam masyarakat.
d.      Bahan tersebut mendukung tujuan pengajaran dan pokok bahasan dalam kurikulum sekolah.
e.       Bahan tersebut merangsang perkembangan kelas yang mengarah pada tujuan yang dikehendaki.
f.       Bahan tersebut menjamin kesinambungan pengalaman belajar siswa.



BAB III
PENUTUP

3.1    KESIMPULAN
Persiapan pembelajaran matematika dapat dikelompokkan menjadi 2 kategori utama. Kategori-kategori ini adalah persiapan umum dan persiapan khusus.
1.      Kajian, penyesuaian, dan implementasi dari hakekat matematika sekolah.
2.      Kajian, penyesuaian, dan implementasi dari hakekat metode pembelajaran matematika.
3.      Kajian, penyesuaian, dan implementasi dari hakekat penilaian pembelajaran matematika.
4.      Kajian, penyesuaian, dan implementasi dari hakekat sumber belajar matematika.
Sedangkan, persiapan khusus meliputi persiapan yang terkait dengan persiapan pembelajaran matematika dikelas, yaitu :
1.    Analsisi kurikulum yang meliputi standar isi, standar kompetensi, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, pemetaan, indikator, strategi mengajar dan penilaian.
Tujuan Pembelajaran Matematika di sekolah mengacu kepada fungsi matematika serta kepada tujuan pendidikan nasional yang telah dirumuskan dalam Garis – garis Besar Haluan Negara(GBHN).
Strategi yang umum digunakan dalam pembelajaran matematika
1.      Strategi Inkuiri
2.      Strategi Penyelesaian Masalah (PROBLEM SOLVING)

3.2    KRITIK DAN SARAN
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

3.3    DAFTAR PUSTAKA
common textbook STRATEGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA KONTEMPORER