Minggu, 04 Januari 2015

Remaja sebagai Agent of change ,and Agent of controller


mau curhat2'an lagi ni. untuk para remaja..
"Globalisasi vs Remaja" :P 

          Di era globalisa yang semakin berkembang pesat seperti ini tak dapat dipungkiri bahwa banyak cultur atau budaya asing yang masuk dan berkembang di kalangan para remaja yang membuat adanya pergeseran budaya ataupun tingkah laku di kalangan masyarakat termasuk para remaja. Di jaman yang serba instan ini, membuat sebagian besar para remaja kehilangan jati dirinya sehingga mereka lupa akan tugas mereka yang sesungguhnya. Para remaja yang seharusnya dapat menjadi wadah untuk dapat mengontrol diri dan lingkungannya, namun fakta dilapangan malah sebaliknya. Meraka terbuai dan terlena akan kemudahan dan kecanggihan teknologi yang sedang berkembang pesat saat ini. Banyak remaja yang saat ini semakin malas dan tak mau melakukan hal-hal yang bermanfaat.
         Remaja yang merupakan salah satu aspek ataupun unsur dalam  perubahan suatu bangsa harus mampu bertahan dan mengontrol diri agar tidak begitu saja menerima segala sesuatu hal baru yang dapat merubah prilaku dan jati diri.
Sebagai remaja yang baik seharusnya mampu memilah dan memilih kebiasan kebiasaan baru yang datang serta mampu membedakan mana yang baik dan buruk bagi dirinya.
Banyak penyimpangan penyimpangan yang dilakukan oleh para remaja seperti contoh tawuran antar pelajar. Tawuran terjadi karena sudah hilangnya rasa tenggang rasa dan empati pada diri mereka sehingga tawuran menjadi jalan pintas dalam menyelesaikan masalah. Remaja sebagai agent pengontrol dan sebagai agent perubahan seharusnya dapat mengontrol diri dan membawanya kearah yang lebih baik.
Jika sudah seperti ini, lalu siapa yang harus disalahkan.?? Peran semua onknum masyarakat terutama keluarga sangatlah penting. Orang tua seharusnya dapat membatasi anak anaknya dari budaya budaya baru yang masuk kedalam lingkungan masyarakat agar anak mereka tidak masuk terlalu jauh kedalam hal yang kurang baik.
Sejak dini anak harus di didik dengan pembelajaran yang tidak hanya menekankan pada kecerdasan anak saja, anak juga harus ditanami pembelajaran yang menekankan pada ahlak dan budi pekerti. Penanaman ahlak dan juga budi pekerti pada anak sangatlah pentimg, karena hal ini penting untuk menghasilkan generasi yang berkompetensi serta memiliki sikap dan perilaku yang baik demi kemajuan suatu Negara.

Pengawasan dari orang tua dan masyarakat serta Kesadaran dari dalam diri anak merupakan aspek terpenting agar terciptanya generasi yang mampu merubah bangsa dan Negara menuju kearah yang lebih baik. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar