Minggu, 04 Januari 2015

Tujuan,Persiapan,Strategi Pendidikan Matematika

KATA PENGANTAR
           Kami panjatkan puji syukur kehadirat tuhan yang maha esa yang telah memberi petunjuk dan kemudahan kepada penulis dalam menyelesaikan tugas makalah Fisika Dasar.
Materi yang disajikan dalam makalah ini berupa beberapa materi yang bersangkutan dengan Muatan Listrik. Dengan dipresentasikan makalah ini, penulis mengharapkan bisa dipelajari dengan baik dan dapat berfikir kreatif dalam menanggapi isu yang ada di masyarakat.
Dengan demikian makalah ini dibuat, semoga makalah ini bermanfaat untuk mengembangkan pengetahuan mahasiswa – mahasiswi universitas Mathla’ul Anwar.




                                                                                                        Ttd                         
                                                           
                                                                                                        Penyusun 























DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................. i
DAFTAR ISI........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................... 1
1.1    Latar Belakang........................................................................................ 1
1.2    Rumusan Masalah.................................................................................... 1
1.3    Maksud dan Tujuan................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................ 2
2.1 Persiapan Pengajaran Matematika............................................................ 2
2.2 Tujuan pembelajaran matematika............................................................. 3
2.3 Strategi Pengajaran matematika............................................................... 4
BAB II PENUTUP.................................................................................................. 8
3.1 Kesimpulan............................................................................................... 8
3.2 Kritik dan Saran....................................................................................... 8
3.3 Daftar Pustaka.......................................................................................... 9
         























BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Kegiatan menyusun rencana pembelajaran merupakan salah satu tugas penting guru dalam memproses pembelajaran siswa. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional yang dituangkan dalam Permendiknas RI No. 52 Tahun 2008 tentang Standar Proses disebutkan bahwa salah satu komponen dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu adanya tujuan pembelajaran yang di dalamnya menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Selain tujuan, masih ada komponen-komponen perencanaan pembelajaran yang lainnya yang dapat mendukung perencanaan pembelajaran dengan baik. Komponen-komponen selain tujuan adalah isi (materi pembelajaran), kegiatan pembelajaran (kegiatan belajar mengajar), media dan sumber belajar, dan evaluasi.
Agar proses pembelajaran dapat terkonsepsikan dengan baik, maka seorang guru dituntut untuk mampu menyusun dan merumuskan rencana pembelajaran secara jelas dan tegas. Oleh karena itu, melalui tulisan yang sederhana ini akan dikemukakan secara singkat tentang apa saja komponen-komponen yang ada dalam perencanaan pembelajaran. Dengan harapan dapat memberikan pemahaman kepada para guru dan calon guru agar dalam merencanakan suatu pembelajaran dapat direncanakan secara baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan berdasarkan undang-undang.

1.2    RUMUSAN MASALAH
1          Apa yang di maksud dengan Persiapan Pengajaran Matematika.?
2          Apa Tujuan dari pengajaran Matematika.?
3          Apa yang dimaksud dengan Rencana Pengajaran Mateamtika.?

1.3    MAKSUD DAN TUJUAN
Dengan terselesaikannya makalah ini penulis bertujuan untuk memberi wawasan pengetahuan tentang apa apa sajakah pengertian dan tujuan serta rencana pengajaran matematika. Dan selain dari pada itu kami juga bertujuan untuk memenuhi tugas Dasar – dasar Pendidikan Mateamtika (DDPM)


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PERSIAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Kaufman mengatakan perencanaan adalah suatu proyeksi tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan absah dan bernilai, di dalamnya mencakup elemen-elemen :
a.       Mengidentifikasi dan mendokumensi kebutuhan.
b.      Menentukan kebutuhan-kebutuhan yang perlu diprioritaskan.
c.       Spesifikasi rinci  hasil yang dicapai dari tiap kebutuhan yang diprioritaskan.
d.      Identifikasi persyaratan untuk mencapai tiap-tiap pilihan.
e.       Sekuensi hasil yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan yang dirasakan.
f.       Identifikasi strategi alternatif yang mungkin dan alat atau tools untuk melengkapai tiap persyaratan dalam mencapai tiap kebutuhan, termasuk didalamnya merinci keuntungan dan kerugian tiap strategi dan alat yang dipakai.
Persiapan pembelajaran matematika dapat dikelompokkan menjadi 2 kategori utama. Kategori-kategori ini adalah persiapan umum dan persiapan khusus. Persiapan umum meliputi :
1.      Kajian, penyesuaian, dan implementasi dari hakekat matematika sekolah.
2.      Kajian, penyesuaian, dan implementasi dari hakekat metode pembelajaran matematika.
3.      Kajian, penyesuaian, dan implementasi dari hakekat penilaian pembelajaran matematika.
4.      Kajian, penyesuaian, dan implementasi dari hakekat sumber belajar matematika.
Sedangkan, persiapan khusus meliputi persiapan yang terkait dengan persiapan pembelajaran matematika dikelas, yaitu :
1.    Analsisi kurikulum yang meliputi standar isi, standar kompetensi, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, pemetaan, indikator, strategi mengajar dan penilaian.
Pada akhirnya, persiapan khusus menghasilkan RPP atau Lesson Plan. Hal-hal yang perlu dikembangkan adalah struktur pembelajaran (pendahulan, kegiatan inti, dan penutup), skema pencapaian kompetensi (will, attitude, knowledge, skill, dan experience), skema interaksi (klasikal, kelompok dan individu), skema variaso metode (Induksi-Deduksi) dan skema variasi media dan sumber belajar. Baik persiapan umum maupun persiapan khusus pada umumnya dilakukan agar kegiatan pembelajaran mampu menggeser pandanangan lama yaitu pembelajaran yang terpusat pada guru menjadi kegiatan pembelajaran yang terpusat kepada siswa.

2.2 TUJUAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH
Tujuan Pembelajaran Matematika di sekolah mengacu kepada fungsi matematika serta kepada tujuan pendidikan nasional yang telah dirumuskan dalam Garis – garis Besar Haluan Negara(GBHN). Diungkapkan dalam Garis – garis Besar Program Pengajaran (GBPP) matematika, bahwa tujuan umum diberikannya matematika pada jenjang pendidikan dasar dan menengah meliputi dua hal, yaitu :
1.      Mempersiapkan siswa agar sanggup menghadapi perubahan keadaan di dalam kehidupan dan dunia yang selalu berkembang, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis, cermat, jujur ,efektif, dan efisien.
2.      Mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan matematika dalam pola pikir matematika kehidupan sehari-hari, dan dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan.
Tujuan umum pertama, pembelajaran matematika pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah memberikan penekanan pada penataan nalar dan pembentukan sikap siswa. Sedangkan pada tujjuan yang kedua memberikan penekanan pada keterampilan dalam penerapan mateamtika, baik dalam kehidupan sehari – hari maupun dalam membantu mempelajari ilmu pengetahuan lain.
Berdasarkan PERMENDIKNAS No. 22 Tahun 2006, Mata pelajaran matematika bertujuanagar peserta didik memiliki kemampuan berikut:
1.     Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah.
Contoh ilustrasi hasil belajar lingkup pemahaman konsep sebagai berikut.
Ketika siswa belajar KD 2.3 Kelas VII Semester 1 yaitu ‘Menyelesaikan persamaan linear satu variabel’, maka ia harus terampil menyelesaikan persamaan linear satu variable (PLSV). Agar memiliki kemampuan seperti itu maka siswa harus paham konsep PLSV dan algoritma menyelesaikan PLSV atau memahami prinsip (dalil) kesetaraan. Bila itu terwujud maka ia dikatakan mampu menyelesaikan PLSV. Kemampuan itu lingkupnya adalah pemahaman konsep.

2.     Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan  matematika
Contoh hasil penalaran:
a.      Jika besar dua sudut dalam segitiga 60° dan 100° maka besar sudut yang ketiga adalah 20°.
b.     Jika (x − 1)(x + 10) = 0 maka x = 1 atau x = −10
c.      Sekarang Ani berumur 15 tahun. Umur Dina 2 tahun lebih tua dari Ani. Jadi, sekarang umur Dina 17 tahun.
3.     Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh
Contoh soal pemecahan masalah
·       Tentukan dua bilangan yang belum diketahui pada pola bilangan berikut ini.
1. 1, 8, 27, 64, ..., ...
2. 9, 61, 52, 63, ..., ...                       
4.      Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah
Contoh:
Notasi 30 × 3 antara lain menyatakan:
·       Luas permukaan kolam dengan ukuran panjang 30 meter dan lebar 3 meter.
·       Banyak roda pada 30 becak/bemo.
·       Banyaknya pensil dalam 30 kotak yang masing-masing kotak berisi 3 pensil.
Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

2.3 STRATEGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Strategi yang umum digunakan dalam pembelajaran matematika
1.      Strategi Inkuiri
Strategi inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya denga penuh percaya diri. Sasaran utama kegiatan mengajar pada strategi ini ialah:
a.       Keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar. Kegiatan belajar di sini adalah kegiatan mental intelektual dan sosial emosional.
b.      Keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pengajaran
c.       Mengembangkan sikap percaya pada diri sendiri (selfbelief) pada diri siswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri.
Untuk menyusun strategi yang terarah perlu diperhatikan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa dapat berinkuiri secara maksimal. Kondisi-kondisi umum yang merupakan syarat bagi timbulnya inkuiri bagi siswa adalah:
a.       Aspek sosial didalam kelas dan suasana terbuka yang mengundang siswa berdiskusi. Hal ini menuntut adanya suasana bebas di dalam kelas, setiap siswa tidak merasakan adanya tekanan/hambatan untuk mengemukakan pendapatnya. Kebebasan berbicara dan penghargaan terhadap pendapat yang berbeda walaupun pendapat itu tidak relevan.
b.      Inkuiri berfokus pada hipotesis. Siswa perlu menyadari bahwa ada dasarnya semua pengetahuan bersifat tentatif, tidak ada kebenaran yang bersifat mutlak. Sehubungan adanya berbagai sudut pandang yang berbeda diantara siswa, maka dimungkinkan adanya variasi penyelesaian masalah sehingga inkuiri bersifat open ended, ada berbagai kesimpulan yang berbeda dari masing-masing siswa dengan argumen yang benar. Disamping inkuiri terbuka dikenal juga inkuiri tertutup yaitu jika hanya ada satu-satunya kesimpulan yang benar sebagaihasil proses inkuiri.
c.       Penggunaan fakta. Di dalam kelas dibicarakan validitas dan reliabilitas tentang fakta sebagimana dituntut dalam pengujian hipotesis pada umumnya. Untuk menciptakan kondisi diatas, maka peranan guru sangat menentukan. Guru tidak lagi berperan sebagai pemberi informasi dan siswa sebagai penerima informasi, sekalipun hal itu sangat diperlukan.
Peranan utama guru dalam menciptakan kondisi inkuiri adalah sebagai berikut.
a.       Motivator, yang memberi rangsangan supaya siswa aktif dan gairah berpikir.
b.      Fasilisator, yang menunjukkan jalan keluar jika ada hambatan dalam proses berpikir siswa.
c.       Penanya, untuk menyadarkan siswa dari kekeliruan yang mereka perbuat dan memberi keyakinan pada diri sendiri.
d.      Administrator, yang bertanggungjawab terhadap seluruh kegiatan di dalam kelas.
e.       Pengarah, yang memimpin arus kegiatan berpikir siswa pada tujuan yang diharapkan
f.       Manajer, yang mengelola sumber belajar, waktu, dan organisasi kelas
g.      Rewarder, yang memberi penhargaan pada prestasi yang dicapai dalam rangka peningkatan semangat heuristik pada siswa supaya guru dapat melakukan perananya secara efektif maka pengenalan kemampuan siswa sangat diperlukan, terutama caraberpikirnya, cara mereka menanggapi, dan sebagainya.
2.    Strategi Penyelesaian Masalah (PROBLEM SOLVING)
Strategi belajar mengajar penyelesaian masalah memberi tekanan pada terselesaikannya suatu masalah secara menalar. Proses ini berlangsung secara bertahap, mulai dari menerima stimulus dari lingkungan sampai pada memberi respons yang tepat terhadapnya. Penyelesaian masalah dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain :
a.       Penyelesaian masalah berdasarkan pengalaman masa lampau, dalam hal ini penyelesaian masalah kurang (tidak) rasional.
b.      Penyelesaian masalah secara intuitif masalah diselesaikan tidak berdasarkan akal, tetapi berdasarkan intuisi atau firasat.
c.       Penyelesaian masalah dengan cara trial error, penyelesaian masalah dilakukan dengan coba-coba ,percobaan yang dlakukan tidak berdasar hipotesis tetapi secara acak.
d.      Penyelesaian masalah secara otoritas. Penyelesaian masalah dilakukan berdasarkan kewenangan seseorang.
e.       Penyelesaian masalah secara meta fisik. Masalah-masalah yang dihadapi dalam dunia empirik diselesaikan dengan prinsip-prinsip yang bersumber pada dunia supranatural/dunia mistik/dunia gaib.
f.       Penyelesaian masalah secara ilmiah ialah penyelesaian masalah secara rasional melalui proses deduksi dan induksi.
Penyelesaian masalah dalam strategi belajar mengajar disini ialah penyelesaian masalah secara ilmiah atau semi ilmiah. Guru memilih bahan pelajaran yang memiliki permasalahan, materi pelajaran tidak terbatas hanya pada buku teks disekolah tetapi dapat diambil dari sumber-sumber lingkungan yang ada. Pemilihan materi seperti itu memerlukan beberapa criteria sebagai berikut:
a.       Bahan yang dipilih bersifat conflict issue atau controversial. Bahan seperti itu dapat direkam dari peristiwa-peristiwa konkret dalam bentuk audo visual atau kliping atau disusun sendiri oleh guru.
b.      Bahan yang dipilih bersifat umum sehingga tidak terlalu asing bagi siswa.
c.       Bahan tersebut mencakup kepentingan orang banyak dalam masyarakat.
d.      Bahan tersebut mendukung tujuan pengajaran dan pokok bahasan dalam kurikulum sekolah.
e.       Bahan tersebut merangsang perkembangan kelas yang mengarah pada tujuan yang dikehendaki.
f.       Bahan tersebut menjamin kesinambungan pengalaman belajar siswa.



BAB III
PENUTUP

3.1    KESIMPULAN
Persiapan pembelajaran matematika dapat dikelompokkan menjadi 2 kategori utama. Kategori-kategori ini adalah persiapan umum dan persiapan khusus.
1.      Kajian, penyesuaian, dan implementasi dari hakekat matematika sekolah.
2.      Kajian, penyesuaian, dan implementasi dari hakekat metode pembelajaran matematika.
3.      Kajian, penyesuaian, dan implementasi dari hakekat penilaian pembelajaran matematika.
4.      Kajian, penyesuaian, dan implementasi dari hakekat sumber belajar matematika.
Sedangkan, persiapan khusus meliputi persiapan yang terkait dengan persiapan pembelajaran matematika dikelas, yaitu :
1.    Analsisi kurikulum yang meliputi standar isi, standar kompetensi, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, pemetaan, indikator, strategi mengajar dan penilaian.
Tujuan Pembelajaran Matematika di sekolah mengacu kepada fungsi matematika serta kepada tujuan pendidikan nasional yang telah dirumuskan dalam Garis – garis Besar Haluan Negara(GBHN).
Strategi yang umum digunakan dalam pembelajaran matematika
1.      Strategi Inkuiri
2.      Strategi Penyelesaian Masalah (PROBLEM SOLVING)

3.2    KRITIK DAN SARAN
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

3.3    DAFTAR PUSTAKA
common textbook STRATEGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA KONTEMPORER

Tidak ada komentar:

Posting Komentar