KATA PENGANTAR
Kami panjatkan puji syukur kehadirat
tuhan yang maha esa yang telah memberi petunjuk dan kemudahan kepada penulis
dalam menyelesaikan tugas makalah Fisika Dasar.
Materi yang disajikan dalam makalah ini berupa beberapa materi yang bersangkutan dengan Muatan Listrik. Dengan dipresentasikan makalah ini, penulis mengharapkan bisa dipelajari dengan baik dan dapat berfikir kreatif dalam menanggapi isu yang ada di masyarakat.
Dengan demikian makalah ini dibuat, semoga makalah ini bermanfaat untuk mengembangkan pengetahuan mahasiswa – mahasiswi universitas Mathla’ul Anwar.
Materi yang disajikan dalam makalah ini berupa beberapa materi yang bersangkutan dengan Muatan Listrik. Dengan dipresentasikan makalah ini, penulis mengharapkan bisa dipelajari dengan baik dan dapat berfikir kreatif dalam menanggapi isu yang ada di masyarakat.
Dengan demikian makalah ini dibuat, semoga makalah ini bermanfaat untuk mengembangkan pengetahuan mahasiswa – mahasiswi universitas Mathla’ul Anwar.
Ttd
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................. i
DAFTAR ISI........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang........................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................... 1
1.3 Maksud dan Tujuan................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................ 2
2.1 Persiapan Pengajaran Matematika............................................................ 2
2.2 Tujuan pembelajaran matematika............................................................. 3
2.3 Strategi Pengajaran matematika............................................................... 4
BAB II PENUTUP.................................................................................................. 8
3.1 Kesimpulan............................................................................................... 8
3.2 Kritik dan Saran....................................................................................... 8
3.3 Daftar Pustaka.......................................................................................... 9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Kegiatan menyusun rencana pembelajaran
merupakan salah satu tugas penting guru dalam memproses pembelajaran siswa.
Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional yang dituangkan dalam
Permendiknas RI No. 52 Tahun 2008 tentang Standar Proses disebutkan bahwa salah
satu komponen dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu
adanya tujuan pembelajaran yang di dalamnya menggambarkan proses dan hasil
belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik sesuai dengan
kompetensi dasar. Selain tujuan, masih ada komponen-komponen perencanaan
pembelajaran yang lainnya yang dapat mendukung perencanaan pembelajaran dengan
baik. Komponen-komponen selain tujuan adalah isi (materi pembelajaran),
kegiatan pembelajaran (kegiatan belajar mengajar), media dan sumber belajar,
dan evaluasi.
Agar proses pembelajaran dapat
terkonsepsikan dengan baik, maka seorang guru dituntut untuk mampu menyusun dan
merumuskan rencana pembelajaran secara jelas dan tegas. Oleh karena itu,
melalui tulisan yang sederhana ini akan dikemukakan secara singkat tentang apa
saja komponen-komponen yang ada dalam perencanaan pembelajaran. Dengan harapan
dapat memberikan pemahaman kepada para guru dan calon guru agar dalam
merencanakan suatu pembelajaran dapat direncanakan secara baik dan sesuai
dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan berdasarkan undang-undang.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1
Apa yang di maksud dengan
Persiapan Pengajaran Matematika.?
2
Apa Tujuan dari pengajaran
Matematika.?
3
Apa yang dimaksud dengan Rencana
Pengajaran Mateamtika.?
1.3 MAKSUD DAN
TUJUAN
Dengan terselesaikannya makalah ini
penulis bertujuan untuk memberi wawasan pengetahuan tentang apa apa sajakah
pengertian dan tujuan serta rencana pengajaran matematika. Dan selain dari pada
itu kami juga bertujuan untuk memenuhi tugas Dasar – dasar Pendidikan
Mateamtika (DDPM)
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PERSIAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Kaufman mengatakan perencanaan adalah
suatu proyeksi tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan absah
dan bernilai, di dalamnya mencakup elemen-elemen :
a. Mengidentifikasi dan mendokumensi
kebutuhan.
b. Menentukan kebutuhan-kebutuhan yang
perlu diprioritaskan.
c. Spesifikasi rinci hasil yang
dicapai dari tiap kebutuhan yang diprioritaskan.
d. Identifikasi persyaratan untuk mencapai
tiap-tiap pilihan.
e. Sekuensi hasil yang diperlukan untuk
memenuhi kebutuhan yang dirasakan.
f. Identifikasi strategi alternatif yang
mungkin dan alat atau tools untuk melengkapai tiap persyaratan dalam mencapai
tiap kebutuhan, termasuk didalamnya merinci keuntungan dan kerugian tiap
strategi dan alat yang dipakai.
Persiapan pembelajaran matematika dapat
dikelompokkan menjadi 2 kategori utama. Kategori-kategori ini adalah persiapan
umum dan persiapan khusus. Persiapan umum meliputi :
1. Kajian, penyesuaian, dan implementasi
dari hakekat matematika sekolah.
2. Kajian, penyesuaian, dan implementasi
dari hakekat metode pembelajaran matematika.
3. Kajian, penyesuaian, dan implementasi
dari hakekat penilaian pembelajaran matematika.
4. Kajian, penyesuaian, dan implementasi
dari hakekat sumber belajar matematika.
Sedangkan, persiapan khusus meliputi
persiapan yang terkait dengan persiapan pembelajaran matematika dikelas, yaitu
:
1.
Analsisi kurikulum yang meliputi standar isi, standar
kompetensi, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, pemetaan, indikator,
strategi mengajar dan penilaian.
Pada akhirnya, persiapan khusus
menghasilkan RPP atau Lesson Plan. Hal-hal yang perlu dikembangkan adalah
struktur pembelajaran (pendahulan, kegiatan inti, dan penutup), skema
pencapaian kompetensi (will, attitude, knowledge, skill, dan experience), skema
interaksi (klasikal, kelompok dan individu), skema variaso metode (Induksi-Deduksi)
dan skema variasi media dan sumber belajar. Baik persiapan umum maupun
persiapan khusus pada umumnya dilakukan agar kegiatan pembelajaran mampu
menggeser pandanangan lama yaitu pembelajaran yang terpusat pada guru menjadi
kegiatan pembelajaran yang terpusat kepada siswa.
2.2 TUJUAN
PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH
Tujuan
Pembelajaran Matematika di sekolah mengacu kepada fungsi matematika serta
kepada tujuan pendidikan nasional yang telah dirumuskan dalam Garis – garis
Besar Haluan Negara(GBHN). Diungkapkan dalam Garis – garis Besar Program
Pengajaran (GBPP) matematika, bahwa tujuan umum diberikannya matematika pada
jenjang pendidikan dasar dan menengah meliputi dua hal, yaitu :
1.
Mempersiapkan siswa agar sanggup menghadapi
perubahan keadaan di dalam kehidupan dan dunia yang selalu berkembang, melalui
latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis, cermat,
jujur ,efektif, dan efisien.
2.
Mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan
matematika dalam pola pikir matematika kehidupan sehari-hari, dan dalam
mempelajari berbagai ilmu pengetahuan.
Tujuan umum
pertama, pembelajaran matematika pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
adalah memberikan penekanan pada penataan nalar dan pembentukan sikap siswa.
Sedangkan pada tujjuan yang kedua memberikan penekanan pada keterampilan dalam
penerapan mateamtika, baik dalam kehidupan sehari – hari maupun dalam membantu
mempelajari ilmu pengetahuan lain.
Berdasarkan
PERMENDIKNAS No. 22
Tahun 2006, Mata pelajaran matematika bertujuanagar
peserta didik memiliki kemampuan berikut:
1. Memahami konsep matematika, menjelaskan
keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara
luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah.
Contoh
ilustrasi hasil belajar lingkup pemahaman konsep sebagai berikut.
Ketika
siswa belajar KD 2.3 Kelas VII Semester 1 yaitu ‘Menyelesaikan persamaan linear
satu variabel’, maka ia harus terampil menyelesaikan persamaan linear satu
variable (PLSV). Agar memiliki kemampuan seperti itu maka siswa harus paham
konsep PLSV dan algoritma menyelesaikan PLSV atau memahami prinsip (dalil)
kesetaraan. Bila itu terwujud maka ia dikatakan mampu menyelesaikan PLSV.
Kemampuan itu lingkupnya adalah pemahaman konsep.
2. Menggunakan penalaran pada pola dan
sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun
bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika
Contoh hasil
penalaran:
a. Jika besar dua sudut dalam segitiga 60° dan
100° maka besar sudut yang ketiga adalah 20°.
b. Jika (x − 1)(x + 10) = 0 maka x = 1 atau x =
−10
c. Sekarang Ani berumur 15 tahun. Umur Dina 2
tahun lebih tua dari Ani. Jadi, sekarang umur Dina 17 tahun.
3. Memecahkan masalah yang meliputi
kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan
menafsirkan solusi yang diperoleh
Contoh
soal pemecahan masalah
· Tentukan dua bilangan yang belum diketahui
pada pola bilangan berikut ini.
1.
1, 8, 27, 64, ..., ...
2. 9, 61, 52, 63, ..., ...
4. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol,
tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah
Contoh:
Notasi
30 × 3 antara lain menyatakan:
· Luas permukaan kolam dengan ukuran panjang 30
meter dan lebar 3 meter.
· Banyak roda pada 30 becak/bemo.
· Banyaknya pensil dalam 30 kotak yang
masing-masing kotak berisi 3 pensil.
Memiliki
sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin
tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan
percaya diri dalam pemecahan masalah.
2.3
STRATEGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Strategi
yang umum digunakan dalam pembelajaran matematika
1.
Strategi Inkuiri
Strategi inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan kegiatan
belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari
dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka
dapat merumuskan sendiri penemuannya denga penuh percaya diri. Sasaran utama
kegiatan mengajar pada strategi ini ialah:
a. Keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan
belajar. Kegiatan belajar di sini adalah kegiatan mental intelektual dan sosial
emosional.
b.
Keterarahan
kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pengajaran
c.
Mengembangkan
sikap percaya pada diri sendiri (selfbelief) pada diri siswa tentang apa yang
ditemukan dalam proses inkuiri.
Untuk menyusun strategi yang terarah perlu diperhatikan
kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa dapat berinkuiri secara maksimal.
Kondisi-kondisi umum yang merupakan syarat bagi timbulnya inkuiri bagi siswa
adalah:
a. Aspek sosial didalam kelas dan suasana terbuka yang
mengundang siswa berdiskusi. Hal ini menuntut adanya suasana bebas di dalam
kelas, setiap siswa tidak merasakan adanya tekanan/hambatan untuk mengemukakan
pendapatnya. Kebebasan berbicara dan penghargaan terhadap pendapat yang berbeda
walaupun pendapat itu tidak relevan.
b.
Inkuiri
berfokus pada hipotesis. Siswa perlu menyadari bahwa ada dasarnya semua
pengetahuan bersifat tentatif, tidak ada kebenaran yang bersifat mutlak.
Sehubungan adanya berbagai sudut pandang yang berbeda diantara siswa, maka
dimungkinkan adanya variasi penyelesaian masalah sehingga inkuiri bersifat open
ended, ada berbagai kesimpulan yang berbeda dari masing-masing siswa dengan
argumen yang benar. Disamping inkuiri terbuka dikenal juga inkuiri tertutup
yaitu jika hanya ada satu-satunya kesimpulan yang benar sebagaihasil proses
inkuiri.
c.
Penggunaan
fakta. Di dalam kelas dibicarakan validitas dan reliabilitas tentang fakta
sebagimana dituntut dalam pengujian hipotesis pada umumnya. Untuk menciptakan
kondisi diatas, maka peranan guru sangat menentukan. Guru tidak lagi berperan
sebagai pemberi informasi dan siswa sebagai penerima informasi, sekalipun hal
itu sangat diperlukan.
Peranan utama guru dalam menciptakan kondisi inkuiri adalah
sebagai berikut.
a. Motivator, yang memberi rangsangan supaya siswa aktif dan
gairah berpikir.
b.
Fasilisator,
yang menunjukkan jalan keluar jika ada hambatan dalam proses berpikir
siswa.
c.
Penanya,
untuk menyadarkan siswa dari kekeliruan yang mereka perbuat dan memberi
keyakinan pada diri sendiri.
d.
Administrator,
yang bertanggungjawab terhadap seluruh kegiatan di dalam kelas.
e.
Pengarah,
yang memimpin arus kegiatan berpikir siswa pada tujuan yang diharapkan
f.
Manajer,
yang mengelola sumber belajar, waktu, dan organisasi kelas
g.
Rewarder,
yang memberi penhargaan pada prestasi yang dicapai dalam rangka
peningkatan semangat heuristik pada siswa supaya
guru dapat melakukan perananya secara efektif maka pengenalan kemampuan siswa
sangat diperlukan, terutama caraberpikirnya, cara mereka menanggapi, dan
sebagainya.
2.
Strategi
Penyelesaian Masalah (PROBLEM SOLVING)
Strategi belajar mengajar penyelesaian masalah memberi
tekanan pada terselesaikannya suatu masalah secara menalar. Proses ini berlangsung
secara bertahap, mulai dari menerima stimulus dari lingkungan sampai pada
memberi respons yang tepat terhadapnya. Penyelesaian masalah dapat dilakukan
dengan berbagai cara antara lain :
a. Penyelesaian masalah berdasarkan pengalaman masa lampau,
dalam hal ini penyelesaian masalah kurang (tidak) rasional.
b.
Penyelesaian
masalah secara intuitif masalah diselesaikan tidak berdasarkan akal, tetapi
berdasarkan intuisi atau firasat.
c.
Penyelesaian
masalah dengan cara trial error, penyelesaian masalah dilakukan dengan
coba-coba ,percobaan yang dlakukan tidak berdasar hipotesis tetapi secara acak.
d.
Penyelesaian
masalah secara otoritas. Penyelesaian masalah dilakukan berdasarkan kewenangan
seseorang.
e.
Penyelesaian
masalah secara meta fisik. Masalah-masalah yang dihadapi dalam dunia empirik
diselesaikan dengan prinsip-prinsip yang bersumber pada dunia
supranatural/dunia mistik/dunia gaib.
f.
Penyelesaian
masalah secara ilmiah ialah penyelesaian masalah secara rasional melalui proses
deduksi dan induksi.
Penyelesaian masalah dalam strategi belajar mengajar disini
ialah penyelesaian masalah secara ilmiah atau semi ilmiah. Guru memilih bahan
pelajaran yang memiliki permasalahan, materi pelajaran tidak terbatas hanya
pada buku teks disekolah tetapi dapat diambil dari sumber-sumber lingkungan
yang ada. Pemilihan materi seperti itu memerlukan beberapa criteria sebagai
berikut:
a. Bahan yang dipilih bersifat conflict issue atau
controversial. Bahan seperti itu dapat direkam dari peristiwa-peristiwa konkret
dalam bentuk audo visual atau kliping atau disusun sendiri oleh guru.
b. Bahan yang dipilih bersifat umum sehingga tidak terlalu asing
bagi siswa.
c. Bahan tersebut mencakup kepentingan orang banyak dalam
masyarakat.
d. Bahan tersebut mendukung tujuan pengajaran dan pokok bahasan
dalam kurikulum sekolah.
e. Bahan tersebut merangsang perkembangan kelas yang mengarah
pada tujuan yang dikehendaki.
f. Bahan tersebut menjamin kesinambungan pengalaman belajar
siswa.
BAB III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Persiapan pembelajaran matematika dapat
dikelompokkan menjadi 2 kategori utama. Kategori-kategori ini adalah persiapan
umum dan persiapan khusus.
1. Kajian, penyesuaian, dan implementasi
dari hakekat matematika sekolah.
2. Kajian, penyesuaian, dan implementasi
dari hakekat metode pembelajaran matematika.
3. Kajian, penyesuaian, dan implementasi
dari hakekat penilaian pembelajaran matematika.
4. Kajian, penyesuaian, dan implementasi
dari hakekat sumber belajar matematika.
Sedangkan, persiapan khusus meliputi
persiapan yang terkait dengan persiapan pembelajaran matematika dikelas, yaitu
:
1.
Analsisi kurikulum yang meliputi standar isi, standar
kompetensi, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, pemetaan, indikator,
strategi mengajar dan penilaian.
Tujuan Pembelajaran Matematika di sekolah mengacu
kepada fungsi matematika serta kepada tujuan pendidikan nasional yang telah
dirumuskan dalam Garis – garis Besar Haluan Negara(GBHN).
Strategi yang umum
digunakan dalam pembelajaran matematika
1. Strategi Inkuiri
2.
Strategi
Penyelesaian Masalah (PROBLEM SOLVING)
3.2
KRITIK DAN SARAN
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang
menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan
kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau
referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi
memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya
makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga
makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman
pada umumnya.
3.3
DAFTAR PUSTAKA
common
textbook STRATEGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA KONTEMPORER
Tidak ada komentar:
Posting Komentar